Pakembaran
Description
Menurut informan, Eyang Dalem Tanjungrasa (Kepala Desa Tambaksari ke-1) bersama dengan Eyang Dalem Sangiang (Kepala Desa Sindangaring) setiap pulang dari kota kadipaten Dayeuhluhur saat itu, berhenti sejenak atau pakem di suatu tempat ( Cilangkaphaji sekarang). Karena sejak dulu sudah merupakan jalan perlintasan / pertigaan menuju Desa Sindangaring dan Desa Tambaksari. Sehingga lama kelamaan menjadi sebuah tempat pemberhentian yang ramai dikunjungi orang. Terbukti sampai sekarang Cilangkaphaji menjadi sebuah pertigaan jalan menuju ke Desa Dayeuhluhur dan ke Desa Palugon. Untuk memudahkan menyebut tempat itu warga menamakannya Dusun Pakembaran (tempat pemberhentian).
Menurut informan lain, Pakembaran berasal dari kata dari kembar yang artinya sama, letaknya sebelah timur sungai Cjulang atau Cilangkaphaji. Ada cerita, dulu tempat itu telah dihuni oleh dua orang yang berwajah kembar/hampir sama sampai meninggalnya pun dimakamkan ditempat itu. Sebagai buktinya sampai sekarang ditempat itu terdapat dua buah pusara yang dipercayai sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Dengan adanya cerita itu, warga setempat menamakannya Dusun Pakembaran.
Dusun Pakembaran menjadi tempat tinggal kembali setelah sempat semua warga disana mengungsi di Singkup pada tahun 1961, tepatnya sekarang di komplek Balai dusun Pakembaran yang disebut bale anom (balai yang termuda), karena balai dusun yang pertama terletak di Sindangkasih. Alasan pemindahan dari Sindangkasih waktu itu karena masih jarang penduduknya.”


